Minggu, 18 Agustus 2013

puisiku


“KASIH IBU”

Aku tak tahu apa jadinya aku tanpanya
Dia yang selalu mengerti aku
Dia yang tak pernah letih menasehatiku
Dan dia yang selalu menjagaku

Dialah ibu…..
Wanita terhebat bagiku
Teladan terbaik untukku
Penyemangat dalam kehidupanku

Walau kadang kau memarahiku
Tapi itu demi kebaikanku
Itu bentuk perhatian darimu
Dan menandakan bahwa kau sangat peduli padaku

Bukan lembaran uang yang kau minta dalam keberhasilanku
Bukan setumpuk emas yang kau harap dalam kesuksesanku
Bukan pula sebuah medali yang kau inginkan dalam kemenanganku
Tapi keinginan hatimu adalah melihat aku bahagia

Dalam senyummu kau sembunyikan letihmu
Aku akan selalu berusaha untuk membahagiakanmu
Terimakasih atas semua yang telah kau berikan padaku
Aku sayang padamu ibu….







“PETANI”

Setiap hari, dari pagi hingga sore hari
Tak terhalang hujan atau terik matahari
Kau mengeluarkan butiran-butiran keringat
Bekerja penuh semangat

Kau mengolah sawah dengan cangkul yang tajam
Menabur benih yang siap ditanam
Mengairi sawah dari gunung yang curam
Dengan ikhlas dan penuh harapan

Berharap agar keluargamu bisa makan
Berharap agar anak-anakmu bisa melanjutkan pendidikan
Berharap keluargamu tak kan pernah kekurangan
Dan berharap di masa tua mu kau meraih kebahagiaan

Jerih payah mu tak kan terlupakan wahai petani
Telah banyak pula yang kau korbankan
Kerja keras yang telah kau tanam
Pasti akan menghasilan kebahagiaan







“GURUKU”

Jasamu tak dapat diperhitungkan
Penuh semangat memberikan teladan
Untuk menciptakan generasi-generasi muda yang cemerlang

Oh guruku…..
Kau melimpahkan segenap ilmu yang kau punya
Mengajarkan apa yang belum kami bisa
Hingga sedikit demi sedikit kami memahami ilmu yang kau beri

Kesabaranmu dalam mengajar
Keramahan dan kesopananmu menjadi teladan
Ketegasanmu menciptakan keteraturan
Adalah jiwa seorang pahlawan

Ya, kaulah seorang pahlawan
Pahlawan tanpa tanda jasa
Terimakasih untuk semua guruku
Pengorbananmu tak kan pernah sia-sia